Diagnosa TBC dan Terapi FDC

Apa itu penyakit TBC ?. Penyakit TBC adalah suatu penyakit menular langsung yang disebakan kuman/ bakteri Mycobakterium tuberculosa, yang menyerang terutama pada organ paru dan sebut sebagai TBC Paru. Dan bias juga menyerang organ tubuh lainnya : kel linfe. Otak, kulit, tulang, saluran cerna dan ginjal. TBC yang menyerang pada organ selain paru dikenal sebagai TBC extraparu

Insiden penyakit TBC meningkat pada decade ini, hal tersebut disebabkan makin meningkat pengidap HIV diseluruh dunia yang mempunyai daya tahan seluler yang menurun sehingga penderita HIV rentan terhadap infeksi kuman TBC. Penyakit TBC dapat menyebabkan kematian terutama menyerang pada usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak. Dan dari satu literature disebutkan 50 % penderita TBC akan meninggal setelah 5 tahun bila tidak di obati.

Gejala Utara penyakit TBC paru adalah batuk terus-menerus dan berdahak selama 3 minggu atau lebih.

Gejala lain :

  • dahak bercampur darah,
  • batuk darah,
  • sesak nafas dan nyeri dada,
  • badan lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise (rasa tidak enak badan),
  • berkeringat malam dan
  • demam meriang selam sebulan belakangan .

Sumber penularan adalah penderita TBC paru dengan BTA + yang tidak berobat. Penularan melalui droplet infection (percikan dahak) pada waktu batuk, bersin maupun saat berbicara.

Untuk menegakkan diagnosa TBC Paru adalah dengan memeriksa dahak seseorang yang di duga mengidap TBC. Pemeriksan dahak di lakukan secara SPS (Sewaktu saat kontak pertama, Pagi hari ke 2 dan Sewaktu juga saat hari ke2) dibawah pemeriksaan mikroskopis. Hasil pemeriksaan mikroskopis ini sangat dijaga kualitas dengan melakukan cros cek/ uji silang lagi juga menjaga hasil pemeriksaan sedian dahak BTA.

Metode Penemuan Kasus TBC paru

Dengan cara passive promotive case finding artinya penjaringan tersangka penderita yang dating berkunjung ke unit pelayanan kesehatan dengan meningkatkan penyuluhan TBC kepada masyarakat.

Bila ditemukan penderita tuberculosis paru dengan sputum dahat BTA +, maka semua orang yang kontak serumah dengan penderita harus diperiksa. Apabila ada gejala-gejala suspek (Kecurigaan) TBC maka harus diperiksa dahaknya.

new-picturealur

Pengobatan Penderita TBC adalah dengan kombinasi beberapa jenis obat dalam jumlah cukup dan dosis yang tepat selama 6 – 8 bulan.

Pengobatan penderita TBC terdiri atas 3 fase

  1. Fase Intensif . Obat diminum setiap hari selama 2 bulan
  2. Fase Lanjutan . Obat diminum seminggu 3 kali.

Paduan OAT (OBat Anti Tuberkulosa) FDC

Saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan sudah menggunakan OAT FDC.

Kemasan Obat FDC (Fixed Dose Combination) 1 tablet obat mengandung 150 mg Rifamfisin, 75 mg INH, 400 mg Pyrazinamid dan 275 mg Ethambutol,

(Dikutip dari : Buku Saku Petugas Program TBC. Depkes RI

Diagram diagnosa TB

 

 

7 Tanggapan

  1. makasih infonya…

  2. bagusih artikelnya tapi gak ada referensinya jadi gak bisa buat tambah referensi

  3. @mba ade..saya ingin menambahkan sedikit..
    pengobatan tbc mmg butuh keuletan dr pasien dan taat minum obat..
    pengobatannya yg penting bukan cuma 2 bln spt yg mba ade paparkan..tapi 6bln,,memang di 2 buat pertama biasanya dokter memberika 4 kombinasi antibiotika: Pyrazinamid,Ethambutol,Rifampicin,Insoniazid(INH) sesudah itu di lanjutkan selama 4 bulan dgn 2kombinasi obat ( Rifampicin + INH)
    Selama pengobatan bisa saja mempunya efek naiknya asam urat karena proses metabolisasi obat di hati dan ginjal..makanya pengecekan fungsi hati selama pengobatan jg penting(salah satu efek samping obt bisa menganggu fungsi hati).
    Seperti pemberian Vit.B6 spy mencegah efek samping gangguan saraf(neuropathie) akibat ethambutol.
    sedangkan allupurinol untuk menurunkan asam urat..

    Untuk pencegahan keluarga yang belum terkena tbc (tanpa gejala) bisa konsultasi dgn dokter..biasanya terapi dgn satu macam antibiotik Isoniazid(INH) selama 3 bln..
    krn kemungkinan keluarga yg tinggal serumah bisa terjangkiti krn daya tahan tubuh yg kuat sampai tdk/belum menimbulkan gejala..dan kuman tbc bisa bertahan lama di tubuh kita..
    sekian tambahannnya semoga bermanfaat.

  4. selamat siang
    saya mau tanya tentang penyakit TBC, apakah hanya dengan ciri-ciri berkeringat malam dan flex pada foto rontgen sudah dapat dikatakan seseorang mengidap TBC. walaupun hasil dari test mantuk-nya negatif. mohon penjelasan.
    wasalam

  5. Untuk pengobatan TBC sebaiknya anda harus konfirmasi diagnosa dengan memeriksa sputum, dan kalau dilihat dari hasil lab LED yang tinggi memang sudah mengarah ke kasus TBC dan apalagi sudah berubat ke yang ahlinya yakni dokter paru. Sedang untuk pengobatan sebaiknya mengikuti program MDT FDC dan ini ada di puskesmas yang terdekat dan memang biasanya memang agak ruwet prosesnya. Aku tidak mau menyalahkan siapapun yang jelas peningkatan asam urat mama anda tidak ada hubungannya dengan pengobatan. Dan menurut pendapat saya dalam terapi ini bisa saja didampingi dengan obat simptomatik lainnya seperti vitamin B6 dan alopurinol atau vitamin lainnya. Maaf kalau penjelasannya belum memadai wasalam dr murid

  6. Saya mau tanya mama saya terkena TBC paru sudah minum obat 1 bulan. Awalnya mama saya ke dokter umum dikase 9 macam obat : rifampizin pyrazinamide INH ethambutol vit B6 alopurinol dan vitamin lain kaya penambah darah.
    Krn mama saya dpt obat yg banyak bgitu lalu saya bawa ke dokter paru di suatu rmh sakit. Kebetulan Hb mama saya 11.6 LED 50 terakhir periksa tapi setelah satu bulan minum obat dari dr.paru (rifampizin pyrazinamide INH) asam urat mama naik.
    Menurut literatur yg saya baca pengobatan yg penting adalah 2 bulan awal. Saya bingung obat mana saja yg harus dimkn? Dan harus ke dokter mana untuk memeriksakan mama saya?? Tolong bantu saya.
    Dengan dokter umum ini keluarga saya sudah kenal. Dan pas ketahuan asam urat nya tinggi mama saya dimarahin oleh dr.umum itu.
    Jd mama saya merasa tdk enak hati. Bagaimana ini solusinya?

  7. Info yang sangat bermanfaat
    Yang sering menjadi kendala adalah penderita cenderung menutup diri,,, dalam artian malu / minder untuk berobat,,,

Tinggalkan Balasan