Penyakit Cacar Air

Saat ini kita memasuki musim kemarau yang ditandai dengan peningkatan suhu lingkungan dan hujan sudah sangat jarang. Walaupun hujan juga paling sebentar sekitar 15 menit sehingga tidak mampu memberi pengairan bagi sawah dan kebun. Para petani dan pekebun harus ekstra kerja keras dibanding dimusim penghujan. Air mulai sulit diperoleh, sumur gali telah surut bahkan berapa diantara kering. Kesulitan air selain menimbulkan masalah bagi para petani ternyata juga menimbulkan masalah kesehatan bagi masyarakat seperti kasus diare dan cacar air yang mulai merebak.
Dalam minggu ke-2 di bulan Mei kita di Balai Pengobatan Puskesmas Bamban didapatkan kasus diare lebih dari 4 kasus dan 2 diantaranya dengan dehidrasi berat sehingga perlu dirujuk ke Rumah Sakit. Selain itu kita juga mendapatkan tiga kasus cacar air pada 2 hari belakangan ini dimana 2 kasus pada anak usia 6-8 tahun dan 1 kasus pada penderita dewasa. Selain itu setelah kita wawancara dengan orang tua salah penderita cacar air ternyata di Taman Kanak-Kanak Seribu Daya di desa Bamban Selatan terdapat lebih dari 6 kasus cacar air, termasuk 1 orang guru di TK tersebut.
appereance varicella
dikutip dari www.emedicine.medscape.com.
Penyakit cacar disebabkan oleh virus varicella. Jalur transmisi penularan penyakit ini diduga dari kontak langsung didalam rumah tangga, sekolah atau taman bermain. Periode penularan virus ini terjadi pada saat musim panas. Sumber kontak virus cacar air ini berasal dari orang dewasa yang mengidap virus varicella-zoster (orang dewasa tanpa gejala), yang sewaktu-waktu timbul gejala klinis disaat daya tahan tubuh kita sedang menurun, misal saat stress.
Virus varicella-zoster masuk melalui sistem respirasi dan mengelompok pada sistem pernafasan bagian atas. Virus ini mula-mula membelah diri di limfonodi regional; 4-6 hari kemudian terjadi viremia pertama ke sistem jaringan retikuloendotial pada limpa , hati dan lain sebagainya.

Setelah seminggu kemudian, terjadi viremia kedua dari virus ini ke jaringan viscera dan kulit, dan sistem pernafasan sebelum timbul sebagai kelainan pada kulit seperti gambaran papula, vesikel dan seperti gambaran tetesan embun.Infeksi pada susunan saraf pusat dan hati dapat juga terjadi pada saat ini. Dapat terjadi komplikasi pneumonia dan encepalitis (radang paru dan radang selaput otak).
Perawatan pada penyakit cacar air meliputi terapi simptomatik obat panas Paracetamol dan antihistamin Diphenhidramin serta perawatan kulit lain seperti kompres dingin dan lebih sering mandi.

Sumber Pustaka : http://emedicine.medscape.com/article/969773-treatment

4 Tanggapan

  1. mungkin nasehat tsb di arahkan agar tidak terjadi infeksi saja.. sebaiknya untuk kulit yang bentol2 bisa diberikan bedak salisil untuk mencegah pecahnya bentol tersebut . dan juga bila dibiarkan tidak bentol (vesikel) dapat hilang dengan sendirinya

  2. saya vitri usia 18th.
    saya terkena penyakit cacar air yang ciri-ciri seperti teori di atas.
    setelah periksa ke dokter ,dokter menjelaskan seperti teori di atas.
    dan katanya tidak boleh mandi n kena angin
    mohon penjelasannya
    makasih……………..

  3. maaf baru balas sekarang, karena sedang banyak kesibukan, mungkin anak ibu sudah sembuh, sekali mohon maaf. Kalau melihat dari terapi yang digunakan memang sudah tepat, yaitu amoksisilin untuk mencegah infeksi, lalu lain-lainnya berupa simptomatis guna mengurangi keluhan. Dan memang untuk fase penyembuhan untuk lesi di kulit agak lama sembuhnya
    wassalam

  4. anak saya umur 2 th,,sepertinya kok sama ky kena cacar air,,tlg obatx//sdh k dokter cm dkasih amoksilin,,bevalek,,sm novagesik,,tp kok tetap ya,,malah makin banyak

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.