Anjing Rabies

Tadi pagi jam 11.00 Wita saya ke Dinkes HSS untuk meminta nilai DP3 tahun 2008 kepada Kepala Dinas Kesehatan, sekaligus menyelesaikan beberapa berkas mengenai kenaikan pangkat. Selesai semuanya, saat di pintu masuk ketemu dengan Bapak Kusmadi petugas epidemilogi Dinkes HSS. Beliau mengabarkan bahwa anjing yang menggigit beberapa warga (lima Kasus) yang lalu positif menderita rabies. Untuk itu maka untuk penderita yang di gigit anjing tersebut harus tuntas mendapatkan VAR sebanyak 4 kali vaksin. yaitu Hari 0, Hari ke 3, hari ke 7 dan hari ke 21. Karena dikhawatirkan apabila vaksin tidak diberikan maka berakibat fatal bagi penderita : kasus rabies mirip dengan kasus ensefalitis (radang selaput otak )
Manifestasi Klinis dibagi atas 5 stadium, yaitu
Stadium inkubasi adalah asimtomatik dan berlangsung 4 hari sampai 19 tahun. tetapi pada 75% kasus herlangsung antara 20-90 hari. Masa inkubasi ini lebih pendek pada anak dan dipengaruhi oleh luka yang multipel dan besarnya luka. banyaknva virus yang masuk dan gigitan pada kepala dan leher.
Stadium prodromal herlangsung 2-10 han dan berhubungan dengan infeksi virus ke SSP. Gejala-gejala awal pada 50% pasien berupa penyakit gangguan pencernaan atau pernafasan, sering disertai perubahan tingkah laku dan emosi . Stadium ini mulai seperti ensefalitis berupa malaise, demam, saki kepala, anoreksia. nausea. sakit tenggorokan. lemah, iritabel, dan gelisah . Pasien dapat mengeluh nyeri hiperestesia. parastesia atau anestesia pada tempat gigitan dan bagian proksirnal dan tempat gigitan.
Stadium neurologik akut timbul karena penyebaran virus rabies ke otak. Stadium ini ada 2 bentuk, yaitu: hiperakti (furious) dan paralitik (dumb rabies). Pada furious rabies dijumpai perubahan tingkah laku yang berlangsung dalam waktu singkat dan diselingi oleb tingkah laku normal. Perubahan tingkah laku berupa: agresif (menggigit, memukul. menari), hiperaktivitas dan halusinasi yang seningkali timbul karena rangsangan sensoris. Lebih dan 50% pasien mengalami hidrofobia atau aerofobia. Tanda neurologik berupa hiperefleksi. hipersalivasi. lakrimasi, midriasis dan hiperpiresia. Gambaran klinik pada stadium ini dapat menyerupai meningitis. ensefalitis, epilepsi. tetanus. keracunan obat atau radang polineuropatik. Dalam beberapa hari keadaan umuum pasien memburuk, nadi meningkat, nafas cepat atau ireguler. dan suhu tubuh meningkat. Pasien kurang berespon dan terjadi spasme otot yang menjurus ke paralisis. Terjadi kolaps pembuluh darah penifer, koma dan kematian segera terjadi. Penyakit mi herlangsung 5-6 hari dan berakhir Fatal . Bentuk paralitik atau dumb rabies sening terjadi setelah gigitan kelalawar. Bentuk ini terjadi pada kira-kira 20% pasien dengan manifestasi paralisis dan paresis tipe flaksid. menyerupai sindrom Guillain-Barre atau mielitis transversa. Peradangan dan perusakan lebih hebat pada rabies tipe paralitik dan lesi lebih banyak pada medula spinalis. Beberapa pendenita dapat hertahan hidup selama 1 bulan atau lebib dengan perawatan intensif tetapi dapat disertai berhagai komplikasi respirasi, kardiOvaskuler. neurologis dan gastrointestinal: misalnya aritmia jantung, pnemotoraks, edema serebri, diabetes insipidus. neuropati akson difus dan hematemesis.
Stadium koma menandakan rabies stadium empat. herhubungan dengan penyebaran virus yang luas ke korteks. Kematian biasa terjadi dalam 7 hari barena henti nafas atau miokarditis; namun ada yang bertahan hidup lebih lama dengan perawatan intensif. Hanva 5 pasien rabies yang dapat hertahan hidup yang telah dilaporkan oleh Warrel & Warrel sampai tahun 2004. yang telah mendapat vaksin rabies sebelum timbul gejala klinis. Perawatan yang sangat baik disertai pengunaan analgetik-narkotik untuk mengatasi nyeri dan sedatifmerupakan penunjang terpenting dalam perawatan.

Satu Tanggapan

  1. SALAM KENAL DARI SAYA…. BAGUS MAS…. MASAKIH. GABUNG YUL\K….. AGUSPRO.TK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: