Kerupuk Bamban

Di desa Bamban Utara tepatnya di mana Puskesmas Bamban berdiri terdapat home industi yaitu produksi kerupuk yang diolah dari ubi kayu (singkong). Orang Kandangan menyebutnya sebagai kerupuk bamban. Produksi kerupuk ini sudah berlangsung puluhan tahun dan sudah berbagai macam kerupuk telah dihasilkan: kerupuk pedas, kerupuk rasa, kerupuk bawang, kerupuk opak, kerupuk biasa (bundar dengan bagian pinggir berwarna merah), serta kerupuk warna-warni (merah, hijau dan kuning)/ kerupuk gado-gado.
Produk kerupuk ini dapat kita lihat sepanjang jalan desa Bamban Utara, baik saat di keringkan dengan dijemur dibawah terik matahari ataupun dipajang di kios-kios untuk dijual pada pengguna jalan raya Banjarmasin-Samarinda, Banjarmasin-Buntok atau sebaliknya. Produk kerupuk ini sudah menyebar ke beberapa propinsi tetangga, Kaltim, Kalteng bahkan juga ke Ujung Pandang.
Home Industri ini sudah mendapat pembinaan dan bantuan dari beberapa instansi pemerintah, namun sampai sekarang yang jadi kendala adalah produski kerupuk bamban ini adalah penggunaan zat pewarna. Zat pewarna yang digunakan bukan zat pewarna yang dipakai dalam industri makanan tapi berasal industri pakaian yaitu Rodamen B (demikian hasil pemeriksaan BPOM Banjarmasin). Sudah berbagai upaya pembinaan, penyuluhan dan bahkan bantuan berupa zat pewarna yang makan dalam produk makanan tapi hasilnya tetap nihil. Meraka tetap memakai zat pewarna tersebut dengan berbagai alasan :
1. Harga terjangkau dan mudah didapat
2. Hasil pewarnaan lebih cerah sehingga lebih menarik penampilannya.
3. Bahaya pewarna tersebut tidak terlalu mereka khawatirkan
4. Adanya pembanding dari produksi hasil pertanian yang menggunakan obat pertisida, insektisida dan lain-lain yang mereka anggap lebih berbahaya dibanding zat pewarna yang mereka gunakan.
Apapun upaya pembinaan yang mau dilakukan pihak puskesmas sekarang selalu di curigai macam-macam, dikira untuk menghambat usaha mereka. Sampai-sampai untuk mengambil sampel saja sulit. Terpaksa petugas di Puskesmas dan BPOM berpura-pura sebagai pembeli. Adapun harapan dari petugas sekarang hanya satu yaitu : adanya tindakan tegas dari aparat berwenang untuk menyelesaikan masalah zat pewarna pada kerupuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: