Penyakit Kusta dan Perawatan Kecacatan

Penyakit kusta disebabkan oleh Kuman Leprae  dan secara umum ditandai oleh adanya bercak hipopigmentasi yang disertai mati rasa. Selain itu identik dengan kecacatan anggota tubuh. Seringkali penderita dengan suatu kejadian kecacatan datang ke pelayanan kesehatan guna mengobati keluhan cacat tersebut. Ternnyata setelah diperiksa dengan teliti orang-orang itu kebanyakannya penderita kusta.Dan perlu kita renungkan angka kejadian kusta diperkirakan 1 per 10 ribu penduduk.

Gejala Kusta yang perlu diketahui adalah

1. Tanda Pasti Kusta

  • Kulit dengan bercak putih/ kemerahan dengan mati rasa yang jelas
  • penebalan saraf tepi, disertai kelainan fungsi berupa mati rasa atau kelemahan pada otot tangan, kaki atau mata
  • Pemeriksaan kerukan kulit cuping telinga (BTA) positif

Tanda lain

  • kulit yang kelihatan seperti alergi, tetapi tidak gatal dan tidak timbul secara mendadak
  • Kulit yang tebal dan bernodul-nodul seperti jerawat, tetapi tidak sakit, lebih sering pada muka dan telinga.

Klasifikasi penyakit kusta dibedakan atas 2 tipe yakni PB dan MB  yang berdasarkan jumlah bercak hipopigmentasi dimana kurang dari 5 atau sama dengan 5 adalah tipe PB (kering/ringan) dan bila lebih dari 5 dan disertai adanya kelainan fungsi saraf dikalsifikasikan sebagai tipe MB. Klasifikasi bermanfaat delam menentukan lama terapi pengobatan kusta dimana tipe PB hanya menempuh pengobatan selama 6 bulan, tapi untuk tipe MB pengobatannya harus selama 1 tahun.

Tingginya angka kecacatan diantara penderita kusta saat diagnosa ini membuktikan angka penemuan dini masih rendah, diduga masih terdapat penderita kusta yang belum berobat dan tertangani sehingga dapat menularkan pada keluarga terdekat .

Penyakit kusta seperti telah dibahas sebelumnya  sering kali didiagnosa sudah terlambat karena telah timbul suatu  cacat. Berdasarkan criteria WHO tingkat kecacatan dilihat dari aspek :

  • Mata : apa ada lagopthalmos, mati rasa atau ulkus pada kornea.
  • Tangan : apakah ada lunglai, mati rasa pada telapak, luka akibat mati rasa,      pemendekan jari atau kelemahan otot.
  • Kaki : apakah ada kaki lunglai (samper), mati rasa pada telapak, luka akibat mati rasa, pemendekan jari atau kelemahan otot.

Dan dari ketiga aspek tersebut ditentukanlah tingkat kecacatannya  yang  dikategorikan dalam tingkat kecacatan . 0 kalau mata, tangan dan kaki masih utuh, tingkat cacat 1 bila ada cacat pada nata, tangan atau kaki akibat kerusakan saraf tetapi cacat ini tidak kelihatan (yaitu mati rasa saja dan tingkat cacat 2 kalau sudah ada cacat akibat kerusakan  syaraf dab cacat itu kelihatan, borok, luka baker, jari kiting, lunglai, pemendekan, lagophtalmus, ulkus pada kornea.

Sedang gejala seperti madarosis (muka singa), hidung plana tidak masuk komponen criteria tingkat cacat. Sekarang ini pada penderita kusta yang disertai satu cacat atau lebih disamping diberikan pengobatan medik juga perlu suatu upaya rehabilitasi (perawatan diri). Ini ada beberapa metode perawatan diri untuk mengelola cacat pada penderita kusta

  1. Untuk mata yang tidak dapat tertutup rapat (lagophalmus). Gunakan kaca mata untuk melindungi dari debu dan angina, Hindari tugas-tugas yang berkaitan dengan debu atau tanah yang kering. Sering-seringlah mencuci/ membasahi dengan air bersih. Waktu istirahat, tutup mata dengan sepotong kain basah dan sering-sering bercermin apakah ada kemerahan atau benda yang masik
  2. Untuk tangan yang mati rasa. Lindungi diri dari benda yang panas, kasar atau tajam dengan memakai alas tangan.. Membagi tugas rumah tangga supaya orang lain kerjakan bagian yang berbahaya, sering berhenti dan memeriksa tangan dengan  teliti ada ada luka atau lecet. Kalui ada luka, memar atau lecet kecilpun, lanngung merawatnya dan istirahat. Apanila ada luka, memar atau lecetpun, langsung merawatnya dan istirahatkan bagian tengan tersebut.
  3. Untuk jari tangan yang bengkok dan /atau kering: Rendam selama 20 menit setiap hari dalam air dingin, kemudia langsung mengolesi dengan minyak. Beberapa kali setiap hari luruskan jari-jari yang bengkok supaya tidak menjadi kaku.
  4. Untuk kaki yang mati rasa , selalu pakai alas kaki (sandal / sepatu0 yang empuk didalam. Jangan berdiri atau berjongkok lama atau berjalan kaki jauh sebab tidak akan merasa memar. Seringkali periksa apaklah ada batu, memar ada luka lecet dan kalau ada luka, lecet atau memar kecilnya, langsung merawatnya dan jangan sekali-kali menginjaknya.
  5. Untuk kulit kaki yang tebal  dan kering.1) Rendam selama 20 menit setiap hari dalam dingin kemudian langsung mengoleksi dengan minyak (kelapa atau jari . kalau pun kulit tumit terlalu tebal dan pecah-pecah , gosok dengan hati-hati pakai batu apung / atau yang agak kasar.
  6. Untuk kaki simper: selalu pakai sepatu supaya jari-jari  tidak diseret atau terluka. Pakai tali karet anatara lutut dan sepatu guna mengangkat kaki bagian depan waktu berjalan. . Jaga  supaya tidak menjadi kaku dengan tua ti dengan dua tindakan berikut :
  7. Luka borok Apabila ada penderit yang selesai masa pengobatan, tetapi masih mendapat luka /borolk pada telapak kakinya, kalau tidak merah-merah , bengkak dan panas, borok itu tidak terinfeksi, jadi jangan berikan obat antibiotic macam apapun.. Borok itu disebabkan  oleh injakan barang tajam, atau memar yang tidak dihiraukan, kemudian diinjak-injak terus samapi kulit dan daging menjadi hancur. Borok itu akan sembuh sendiri asal kaki tersebut tidak terus diinjak. Pengobatan yang paling tepat ialah bersihkan saja borok itu, kemudian istirahatlah bagian kaki itu.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: