PAMSIMAS (PENYEDIAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT)

Saat ini penyakit infeksi berbasis lingkungan seperti diare, DHF cenderung menetap angka kejadiannya. Tidak ada suatu trend penurunan maupun peningkatan cenderung stagnan. Hal ini justru menjadi kekawatiran kita semua karena upaya program pembangunan yang telah dilaksanakan tidak memberi hasil yang diharapkan bagi perbaikan sanitasi secara total. Karena hal tersebut dilakukan suatu inovasi baru pengelolaan sanitasi melalui program Pamsimas. Pamsimas ini dilakukan dengan metode penyelesaian komponen B demikian orang menyebutnya. Indikator kinerja komponen B yang meliputi hal-hal berikut ini

No Indikator Kinerja Target
1 Bertambahnya jumlah masyrakat yang mempunyai akses terhadap perbaikan fasilitas sanitasi yang dibedakan berdasarkan status sosial ekonomi 6 – 10 juta (pada 5 ribu desa
2 % dari target masyarakat yang bebas dari perilaku BAB sembarang tempat 80%
3 % dari target masyarakat yang mengadopsi program cuci tangan 80%

Pendekatan pencapaian kinerja komponen
– MPA
– STBM
– Klinik Sanitasi
Namun dalam hal ini lebih ditekankan pada pendekatan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang merupakan suatu pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan, selain itu… STBM ini merupakan suatu paradigma baru :
* menitikberatkan pada peningkatan perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat
* Menerapkan pendekatan pemberdayaaan masyarakat melalui metode pemicuan
* Berbasis komunitas * Terpadu dan total
* Stop BABS (Buang Air Besar (Sembarangan)) sebagai tahap awal untuk mencapai sanitasi total.

Diskripsi Pemicuan masyarakat :
1. Mengumpulkan masyrakat disuatu arena pertemuan baik diruang terbuka yang luas, lapang dan teduh
2. Tanpa ada perkenalan tentang jabatan, instansi atau lain-lain, fasiliatator menyampaikan maksud pertemuan yakni mencari permasalahan sanitasi dimasyarakat.
3. Pembuatan peta desa oleh masyarakat ditanah dengan batas jalan raya, tempat umum, tempat ibadah dan lain-lain dengan suatu model dari kertas karton merah. Selanjutnya masing-masing masyarakat meletakan suatu tanda dengan kertas pada posisi rumah masing-masing.
4. Selesai pemetaan desa lalu ditanyakan pada warga masyarakat tempat BAb, baik itu dirumah atau diluar rumah dan ditandai dengan kapur berwarna kuning. Lalu dihitung berapa yang BAB di WC rumah, WC umum dan diruang terbuka. Maka masyarakat akan sadar akan situasi tempat BAB didesa yang digharapkan akan timbul rasa jijik dimasyarakat dengan perlihatkan hasil perhitungan jumlah total feses satu keluarga selama satu tahun yang BAB sembarangan yang akan merugikan bagi masyarakat itu sendiri baik itu dari sisi bau, terinjak atau sebagai sumber penularan penyakit diare. Juga kalkulasikan untuk beberapa buah keluarga agar rasa jijik ini lebih mengenai sasaran.
5. Apabila sudah timbul rasa jijik dimasyarakt serahkan pemecahan masalah itu kembali ke masyarakat. Semua keputusan sekarang terserah pada masyarakat dalam menyelesaikan masalah bersama, tentu saja melalui keputusan koleftif bersama dari masyarakat. Apabila sudah ditetapkan usulan dari masyarakat hendaknya ditindak lanjuti dengan suatu kontrak bersama semisal tetang pembangunan WC, berisi nama KK dan limit pembangunan WC akan direalisasikan baik secara mandiri ataupun bersama.
Catatan yang perlu diperhatikan dalam fasilitasi ke masyarakat tekankan bahwa program ini tidak ada subsidi dana pembangunan dari pemerintah tapi murni dari masyrakat.
Tujuan akhir dari program Pamsimas adalah memutus mata rantai penularan penyakit diare dan penyakit usus lainnya
Tantangan pelaksanaan STBM dalam rangka pencegahan diare, penggunaan oralit dan cairan rumah tangga 39 %, cuci tangan 45 %, perbaikan sanitasi 32%, pembangunan instalasi air bersih 25%, hanya modifikasi lingkungan yang tinggi yakni 94%.
Kondisi sanitasi lingkungan negara kita saat ini :
1. 60% memiliki toilet namun disalurkan ke fasilitas sanitasi yang tidak layak (ruang terbuka, sungai, got dan sebaginya. Dibebrapa daerah masih terdapt sungai yang dimanfaatkan untuk berbagai fungsi (multifungsi) MCK mandi-cuci-kakus(wc).
2. Cuci tangan pakai sabun, sikap masyrakat terhadap 81% pernah dengar/melihat pesan cuci tangan, 77% tanggapan positif terhadap cuci tangan pakai sabun, sedangkan dilihat dari aspek perilaku praktek cuci tangan pakai sabun setelah BAB 12%, setelah mengganti popok bayi 9%, setelah makan 14%, sebelum memberi makan anak 7%, sebelum menyiapkan makanan 6%.
3. Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga. Kebiasaan minum: lazim dijumpai dinegara kita setelah mengangkut kayu langsung minum dari pipa ledeng atau ada juga yang langsung dari ember untuk timba disumur, sedangkan diketahui dekat sumur itu terdapat SPAl/WC.
Menurut surviy BHS/USAID dan Survey IPWR hampir semua rumah tangga memasak air untuk mendapatkan air minum. Namun dari semua yang memasak tapi segaian (sekitar 47,5%) rumah tangga air minumnya ternyata ber E.Coli.

Untuk mencapai peningktan sanitasi total diterapkan menurut prinsip-prinsip berikut :
1. Dilakukan secara total dan melibatkan/mempengaruhi setiap orang didalam masyarakat (penghapusan total BAB terbuka)
2. Keputusan kolektif masyarakat dan tindakan kolektif masyrakat setempat meupakan kunci
3. Solidaritas sosial dan kerja sama yang mencukupi
4. Diperuntukkan oleh orang setempat dan tidak bergantung pada subsidi/anjuran maupun paksaan
5. pemimpin-pemimpin setempat dengan sendirinya akan muncul melalui tindakan kolektif masyarakat setempat, yang nantinya akan memimpin inisiatif kolektif dimasa yang akan datang.
6. Biasanya tidak mengikuti mode pembangunan dan cetak biru dari pihak luar.
7. Keberagaman dan inovasi masyrakat setempat merupakan elemen utama

Kondisi harapan sanitasi total suatu komunitas
1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
2. Mencuci tangan pakai sanum (CTPS)
3. Mengelola air minum dan makanan yang aman (PAM_RT)
4. Mengelaola libah rumah tangga dengan aman
5. Mengelola sampah dengan benar.

3 Tanggapan

  1. pamasimas di NTB kapan……….? ada buka low di NTB ?

  2. Semangat terus pak, kami tunggu perkembangannya berapa desa/wilayah yang sudah ODF/Stop BAB sembarangan…. salam kenal, sukses selalu buat anda

  3. BAGUS, KALAU DESA YANG BEBAS BAB SEMBARANGAN TOLONG DIPUBLIKASI./ ADA DESA YANG SADAR JAMBAN YANG MEMENUHI SYARAT KABARKAN.

    MAJU TERUS…..HIDUP CLTS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: