Setelah hampir 6 bulan sudah saya telah berpisah dengan Puskesmas Bamban dan waktu berjalan ini bukan sebentar. Keinginan untuk menulis di blog ini masih tersisa dalam angan ku, namun karena kesibukan studi yang ku jalani tak memungkinkan saya untuk meluangkan waktu untuk itu, saya mohon maaf. Dan dalam kesesmpatan singkat ini saya mengucapkan selamat bertemu kembali untuk rekan blogger dan pembaca semua.
Saat meninggalkan puskesmas bamban dulu sebenarnya ada pr saya yang belum saya garap hingga sekarang yakni masalah tingginya kejadian penyakit hipertensi di hulu sungai selatan berdasarkan data depkes tahun 2008. Data lengkapnya sebenarnya ada namun sudah lupa dimana menyimpannya. Kita tentu bertanya mengapa hal itu terjadi, saat itu jujur saya juga tidak mengerti. Saya baru sadar setelah menjalani studi di luar kalimantan, bahwa salah satu faktor resiko kejadian hipertensi itu ternyata berasal dari diet tinggi lemak. Selain itu yang lebih parah lagi untuk daerah kita tercinta ini bahwa budaya pola makan tinggi lemak lemtra tak berlangsung sejak bayi. Masih juga tidak percaya coba kita tenguk ke dapur, tentu saja kita tidak akan menyangkal bah wa sayur mayur itu pasti dengan kuah santan (sari air daging kelapa) dan macam-macam jenis makanan/kue tradisional di kandangan itu dominan berbahan kelapa.
Maka dengan diet tinggi lemak setiap saat akan meningkatkan resiko kejadian hipertensi (batas normal konsumsi lemak yaitu sebutir telur = 300 mg/hari). Karena itu kita semua harus menurunkan batas maksimal komsumsi lemak dalam rangka menurunkan resiko kejadian hipertensi dengan segala penyulit lainnya di samping itu tentu saja dengan meningkatkan porsi aktivitas seperti olah raga.
Harapan saya hanya satu dalam kasus ini yakni mencegah kejadian hipertensi dengan merubah pola makan yang jelek dengan menggantinya pola makan yang sehat.
Filed under: Berita Banua | 2 Komentar »








